KTN BPPT 2019: KONTRIBUSI BPPT SEBAGAI LEMBAGA TEKNOLOGI BERBASIS INOVASI

Post 2 of 63

JAKARTA-Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar Kongres Teknologi Nasional (KTN). Dengan tema “Penguatan SDM IPTEK sebagai Penghela Pertumbuhan Ekonomi Menuju Indonesia Maju dan Mandiri”, terdapat 4 bidang yang menjadi fokus utama dalam KTN, yaitu teknologi kebencanaan, teknologi transportasi perkeretaapian, teknologi informasi, dan technopreneur.

KTN BPPT 2018

Pembukaan Kongres Teknologi Nasional 2019 di Auditorium Gd 2 BPPT Thamrin | Source : @BPPT_RI

“Topik KTN 2019 ini difokuskan pada bidang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, teknologi kebencanaan, perkeretaapian, serta inkubasi bisnis teknologi. Keempat tema besar ini ditujukan agar mendukung akselerasi program prioritas pembangunan pemerintah. BPPT berkomitmen dalam layanan, Kontribusi IPTEK Sebagai lembaga teknologi technopreneurship, berbasis inovasi teknologi Rata2 TFP 2015-2017 2.53% kontribusi iptek dalam pengembangan ditargetkan dpt tumbuh hingga 50% pada periode 2020-2024”  kata Kepala BPPT Hammam Riza di Auditorium Gedung 2 BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2019).

Menurut Hammam untuk mewujudkan visi Indonesia emas, serta Indonesia maju & mandiri, BPPT harus melanjutkan transformasi untuk menjadikan inovasi sebagai penghela pembangunan ekonomi nasional.  Seperti jargon kebanggan BPPT, Solid Smart Speed. Dimana Solid, adalah bagaimana penguatan kelembagaan dan regulasi secara internal & eksternal. Smart, membangun SDM BPPT sebagai human capital yang mumpuni. Speed, mendorong terbangunnya program flagship nasional di berbagai bidang teknologi “Untuk” imbuhnya

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan – RB), Syafruddin, ikut mengisi Kongres Teknologi Nasional (KTN) 2019, yang digagas BPPT. “BPPT memiliki peran penting dalam manajemen SPBE, audit teknologi informasi dan komunikasi, sekaligus memastikan alih teknologi yang mendorong efektifitas, efisiensi, dan keberlanjutan SPBE. Saya berharap, kongres ini dapat menjadi momentum pendorong dan penggerak utama SPBE di Indonesia,” ujarnya, saat memberi arahan pada acara KTN 2019

Menteri Pariwisata, Arief Yahya juga ikut mengisi KTN 2019 dan menjelaskan bahwa pariwisata Indonesia terus berusaha meningkatkan daya saing di tingkat global yang tahun ini menargetkan berada di ranking ke-30 dunia, dari posisinya pada 2017 berada di ranking 42 dunia berdasarkan TTCI WEF. “Indonesia menggunakan standar global termasuk dalam _mitigation plan_ menggunakan standar dunia UNWTO dengan dukungan teknologi kebencanaan akan membuat wisatawan merasa nyaman karena mendapatkan informasi yang cepat dan akurat tentang bencana,” ujarnya. Untuk itulah BPPT mengembangkan teknologi kebencanaan untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.

Diharapkan KTN 2019 ini akan menghadirkan solusi teknologi terbaik ahan masukan kebijakan teknologi kepada pemerintah dalam penyusunan rancangan teknokratis RPJMN IV, terutama utk menghindari Indonesia dari middle income trap, dan mnjadikan Indonesia sbg negara berbasiskan Inovasi demi menuju Indonesia Emas 2045. ( DN )

Tags: , ,