BPPT Targetkan Prototipe Sertifikasi Digital Rampung

Post 29 of 35

Jakarta, CNN Indonesia — Kepala Balai Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEKnet) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Michael Andreas Purwoadi menyatakan pihaknya menargetkan prototipe untuk badan sertifikasi digital selesai pada tahun depan.

 

BPPT menilai badan sertifikasi digital diperlukan di tengah era digital yang dihadapi Indonesia saat ini. Keberadaan badan sertifikasi digital dinilai penting untuk membangun kepercayaan melalui pelaksanaan otentifikasi terhadap identitas para pihak yang terlibat dalam transaksi secara online.

 

“Negara-negara lain sudah menyiapkan badan semacam ini untuk sertifikasi digital, sementara Indonesia belum punya,” kata Purwoadi saat ditemui di gedung BPPT, Jakarta, Rabu (29/7).

 

Lebih lanjut, Purwoadi menjelaskan sertifikasi digital memiliki dua fungsi dasar. Pertama adalah untuk menyatakan bahwa orang-orang, situs, dan sumber daya jaringan seperti server merupakan sumber terpercaya.

 

Kedua, untuk memberikan perlindungan bagi pertukaran data dari pengunjung dan situs dari gangguan atau bahkan pencurian seperti informasi kartu kredit.
“Saat ini belum ada lembaga atau otoritas resmi penyedia sertifikat elektronik untuk pemerintah yang dapat dipercaya oleh para pengguna dalam pertukaran informasi elektronik sehingga memenuhi aspek kerahasiaan dan keaslian,” katanya.

 

Selain itu, Purwoadi juga menilai lembaga semacam ini diperlukan dalam perdagangan online yang saat ini tumbuh hampir 20 persen per tahun dan telah mencapai pasar sebesar Rp 50 triliun.

 

“Dengan sertifikat digital ini, situs yang menjual barang dapat diidentifikasikan dengan baik dan pembeli juga dapat diidentifikasikan dan dikonfirmasilam ke database keamanan,” katanya.

 

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150729214351-20-68976/bppt-targetkan-prototipe-sertifikasi-digital-rampung/

Tags: