Hentikan Gratifikasi, Stop Korupsi, KKN Bukan Solusi. Wilayah Bebas Korupsi, Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.

TEKAN BIAYA DAN TINGKATKAN EFISIENSI DENGAN CLOUD COMPUTING

Post 18 of 21

Balai Ipteknet BPPT telah menyediakan layanan komputasi awan (Cloud Computing) sebagai layanan jasa alih daya pengelolaan TIK untuk instansi pemerintah.  Layanan ini bertujuan untuk dapat mewujudkan percepatan e-government, karena memungkinkan pengguna pemerintah berkonsentrasi dalam memberikan layanan dan tidak dipusingkan dengan konfigurasi maupun pemeliharan perangkat teknologi informasi, kata Unggul Priyatno, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material (TIEM) BPPT saat sambutannya sekaligus membuka secara resmi FGD Ipteknet Cloud Government, di Jakarta (14/12).

Dengan berkembangnya teknologi di bidang ICT, sambungnya, saat ini sudah banyak unit swasta maupun pemerintah yang memberikan layanan sejenis. Selain mengembangkan komputasi awan, Ipteknet mengantisipasinya dengan membangun data center di Pulau Batam sebagai salah satu daerah yang industrinya berkembang pesat.

Unggul menyampaikan dengan dibangunnya data center ini, services yang diberikan ipteknet dapat lebih kaya lagi dan tidak hanya sebatas pada internet tapi dapat berkembang juga pada cloud computing. Mendatang, diharapkan ipteknet juga dapat memberikan pelayanan di bidang pengujian yang akan mendukung standarisasi maupun audit-audit di bidang ICT, tuturnya.

Senada dengan Unggul, Kepala Balai IPTEKnet BPPT, Dwi Handoko menyampaikan bahwa teknologi komputasi awan ini membebaskan pengguna, dalam hal ini pemerintah daerah dari pembelian dan pemeliharaan infrastruktur. Karena Balai Ipteknet yang menyediakan infrastruktur dan sharing ke pemda menggunakan internetnya. Jadi Pemda pun bisa lebih fokus ke pengembangan konten pelayanan public.

Sejak tahun 2010 Balai Ipteknet sudah melakukan uji coba komputasi awan bagi pemerintah kota Cimahi, Pekalongan dan Yogyakarta. Selain itu instansi pemerintah seperti Badan Pengawas Tenaga Nuklir dan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) juga sudah menggunakan teknologi ini. Dengan demikian, berdasarkan kalkulasi Balai Ipteknet penggunaan layanan jasa komputasi awan dapat menghemat biaya hampir 50% dibanding dengan menyiapkan infrastruktur dan SDM sendiri yang mencapai ratusan juta rupiah, ungkap Dwi saat ditemui di sela-sela acara.

Sementara itu mengenai keamanan data, Dwi menegaskan ancaman virus dan hacker tentu ada, namun Ipteknet berusaha mencegah risiko itu dengan kontrol virus. Keamanan sistem, menjadi prioritas utama layanan cloud yang dilengkapi firewall, VPN dan Security Operating Centre (SOC) yang merupakan software canggih untuk melakukan pemantauan dan penyaringan deteksi dini terhadap seluruh paket yang melewati jaringan. Sehingga ketika terjadi gangguan dan serangan bisa dilakukan tindak lanjut dan pembenahan, papar Dwi.

Pada kesempatan yang sama, CEO PT. Indonesia Cloud, Teguh Prasetyo menilai layanan teknologi komputasi awan  tidak hanya memudahkan dari pihak pemerintah saja, tetapi juga di dunia bisnis. Teknologi cloud computing dapat memudahkan untuk sharing informasi dan pertukaran dokumen. Keuntungan lain, UKM dan Koperasi dapat menurunkan biaya investasi dan operasional IT, keragamannya pun sudah ada serta transparansi dan peningkatkan bisnis koperasi maupun UKM dengan kemudahan teknologi yang ada, ungkapnya.

Beberapa instansi yang telah melakukan kerjasama antara lain Kemenristek dengan VPS untuk portal KM insentif Ristek dan portal monitoring dan evaluasi insentif Ristek. Bapeten dengan backup VPS online yang mengarah ke DRC. Dengan Pemda juga terdapat kerjasama dengan Pemkot Cimahi dan Pemkot Pekalongan dengan VPS cloud hosting domain beserta subdomainnya. (KYRAS/humas)

sumber : http://www.bppt.go.id/index.php/teknologi-informasi-energi-dan-material/972-tekan-biaya-dan-tingkatkan-efisiensi-dengan-cloud-computing

 

Tags: ,