Hentikan Gratifikasi, Stop Korupsi, KKN Bukan Solusi. Wilayah Bebas Korupsi, Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.

Implementasi Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) di Puskesmas Paku Alam dan Puskesmas Serpong 1 Kota Tangerang Selatan

Post 6 of 19

Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat (mens sana in corpore sano). Kesehatan merupakan investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi dan memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dalam agenda pembangunan nasional, pembangunan kesehatan termasuk di dalam poin nawacita 5 yang berbunyi ‘meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia’ dengan salah satu programnya yaitu kartu Indonesia sehat yang lebih dikenal dengan JKN. Sedangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) III 2015-2019 arah pembangunan kesehatan dari kuratif bergerak ke arah promotif dan preventif dengan visi masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan. Ini berarti promkes adalah salah satu agenda utama dalam pembangunan kesehatan nasional. Dalam pengukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kesehatan adalah salah satu komponen utama selain pendidikan dan pendapatan Dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan ditetapkan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pembangunan kesehatan, peran layanan kesehatan diakui sangat penting dan termasuk komitmen global menuju masyarakat sehat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Puskesmas sebagai salah satu ujung tombak layanan kesehatan di Indonesia memerlukan sistem pengelolaan data secara efisien yang mengkondisikan waktu tunggu pasien yang lebih cepat, analisa yang lebih akurat, rekam medis yang tersimpan rapi, patient safety, dan seterusnya.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui unit kerja Dinas Kesehatan dan Balai Jaringan Informasi dan Komunikasi (BJIK) melalui kerjasama yang sudah dituangkan dalam bentuk PKS secara bertahap melakukan pengembangan dan implementasi Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) pada Puskesmas di Kota Tangerang Selatan. Puskesmas Paku Alam dan Puskesmas Serpong 1 merupakan Puskesmas ke 8 dan ke 9 yang telah berhasil mengimplementasikan sistem ini.

Dikembangkan sejak tahun 2015, SIMPUS Kota Tangerang Selatan memiliki keunggulan selain cakupan layanan dalam gedung, juga memiliki skema integrasi level data secara terpusat sehingga memungkinkan pengelolaan dan pertukaran data rekam medis antar komponen layanan kesehatan seperti Puskesmas, Laboratorium Kesehatan Daerah, Gedung Farmasi Kesehatan, RSUD, dan entitas lainnya termasuk Dinas Kesehatan itu sendiri. Interoperabilitas data untuk data kependudukan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang Selatan sebagai perpanjangan tangan Kementerian Dalam Negeri di tingkat Kabupaten/Kota dan untuk data rekam medis dengan BPJS juga sudah diwujudkan dengan menggunakan teknologi web service sehingga dapat meminimalisir waktu yang diperlukan untuk melakukan deteksi dan pendaftaran pasien pada bagian pendaftaran. Masih di bagian pendaftaran, sebagai alternatif percepatan entri data tidak ketinggalan dilakukan integrasi KTP-el reader sebagai alat pembaca data kependudukan dari smart chip yang dibenamkan di dalam KTP-el milik pasien yang datang ke Puskesmas. Secara real time data layanan ini mengalir ke dashboard para stakeholder terkait termasuk ke pimpinan daerah (Walikota) dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, sehingga proses pengambilan keputusan dan tindakan promotif, preventif dan kuratif bisa dilakukan secara lebih efektif dan efisien berdasarkan analisa data yang obyektif berdasarkan fakta lapangan.

Skema Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Daerah

Gambar 1. Skema Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) Kota Tangerang Selatan

Ke depannya sistem ini akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan internal Kota Tangerang Selatan yang disinkronkan dengan regulasi dari Kementerian Kesehatan, di mana Dinas Kesehatan memiliki kewajiban untuk melakukan interoperabilitas data dengan Bank Data Kementerian Kesehatan yang dikelola oleh unit kerja Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). Pertukaran data dari daerah tingkat II ke tingkat nasional ini tentunya memerlukan pendekatan tersendiri karena memerlukan pendekatan tersendiri dalam hal skala implementasi, pengamanan dan pertukaran data, serta stabilitas,realibilitas dan availabilitas sistem. (ArS)

Foto-Foto Puskesmas Paku Alam

puskesmas pakualam

Foto-Foto Pendampingan Teknis Penggunaan Aplikasi SIMPUS di Poli Gigi Puskesmas Paku Alam

pendampingan1

pendampingan2

Foto-Foto Pendampingan Teknis Penggunaan Aplikasi SIMPUS di Bagian Apotek Puskesmas Paku Alam

pendampingan3

pendampingan4

Foto-foto pelatihan dan Implementasi SIMPUS di Puskesmas Serpong 1

pendampingan5 pendampingan6
pendampingan8

pendampingan10

Tags: , ,