Hentikan Gratifikasi, Stop Korupsi, KKN Bukan Solusi. Wilayah Bebas Korupsi, Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.

Balai Ipteknet BPPT Sediakan Layanan Komputasi Awan

Post 15 of 19

[JAKARTA] Balai Ipteknet Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) siap menyediakan layanan komputasi awan atau cloud computing sebagai layanan jasa alih daya pengelolaan teknologi informasi komunikasi untuk instansi pemerintah.

20111125142836255
Seiring dengan berkembangnya tren teknologi internet yang mengarah ke komputasi awan, teknologi ini merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (awan). Di sisi lain, percepatan implementasi e-government berorientasi peningkatan pelayanan publik menjadi isu yang terus berkembang.

Kepala Balai Ipteknet BPPT Dwi Handoko mengatakan saat ini belum maksimalnya penerapan e-government karena adanya kendala di sisi infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM). Infrastruktur membutuhkan investasi yang mahal, sedangkan SDM belum mampu memelihara infrastruktur tersebut.

“Teknologi komputasi awan ini membebaskan pengguna dalam hal ini pemerintah daerah dari pembelian, pemeliharaan infrastruktur, karena Balai Ipteknet yang menyediakan infrastruktur dan sharing ke pemda menggunakan internet. Tidak perlu lagi direpotkan untuk mengurus tender,” katanya di sela soft launching Cloud Computing Balai Ipteknet BPPT, di Jakarta, Rabu (14/12).

Melalui teknologi canggih ini pemda tidak lagi dipusingkan dengan konfigurasi dan perawatan peralatan serta hal teknis lainnya yang membutuhkan SDM Khusus. Pemda pun bisa lebih fokus ke pengembangan konten pelayanan publik. Sejak tahun 2010 Balai Ipteknet sudah melakukan uji coba komputasi awan bagi pemerintah kota Cimahi, Pekalongan dan Yogyakarta. Selain itu instansi pemerintah seperti Badan Pengawas Tenaga Nuklir dan Kementerian Riset dan Teknologi juga sudah menggunakan teknologi ini.

Berdasarkan kalkulasi Balai Ipteknet lanjut Dwi, penggunaan layanan jasa komputasi awan dapat menghemat biaya hampir 50 persen dibanding dengan menyiapkan infrastruktur dan SDM sendiri yang mencapai ratusan juta rupiah.

“Pemerintah kota yang memakai komputasi awan menggunakannya untuk website dan back up data. Sebab prinsip dasar komputasi awan, pemerintah kota atau pemda tidak perlu membangun infrastruktur sendiri,” ujarnya.

Mengenai gangguan sistem teknologi ini, Dwi mengakui selama terkoneksi dengan internet ancaman virus dan hacker tentu ada. Hanya saja layanan Balai Ipteknet berusaha mencegah risiko itu dengan kontrol virus oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman. Data rahasia pun diperlakukan rahasia sesuai permintaan pengguna.

Keamanan sistem menurutnya, menjadi prioritas utama layanan cloud yang dilengkapi firewall, VPN dan security operating centre (SOC). SOC merupakan software canggih untuk melakukan pemantauan dan penyaringan deteksi dini terhadap seluruh paket yang melewati jaringan. Sehingga ketika terjadi gangguan dan serangan bisa dilakukan tindak lanjut dan pembenahan.

Di luar negeri, teknologi komputasi awan ini sudah tidak asing lagi seperti digunakan google dan gmail. 

Kini Balai Ipteknet BPPT memiliki kapasitas penyimpanan data dalam teknologi komputasi awan mencapai 19 tera atau sekitar 1.000 gigabyte. Selain itu terdapat pula 20 orang tenaga ahli komputasi awan di Balai Ipteknet. Selain itu, ia berharap adanya regulasi yang menjamin keamanan data dalam penyelenggaraan komputasi awan dan bisa membuka peluang swasta. [R-15]

Sumber : http://www.suarapembaruan.com/home/balai-ipteknet-bppt-sediakan-layanan-komputasi-awan/14862

Tags: ,